1.
Prinsip Protokol UDP(User Data gram
Protocol)
Protokol UDP atau kepanjangan dari User Data gram Protocol.
Protokol UDP berjalan di atas jaringan IP. Dalam UDP, pesan akan dikirim dalam
bentuk Datagram.
Protokol UDP adalah sebuah protokol stateless (tanpa
tempat) oleh karena itu, server dalam hal ini dimanfaatkan dalam penanganan
beberapa klien pada suatu waktu. Jadi broadcast dan multicast tersedia dengan
UDP.
KARAKTERISTIK UDP,,:
Ø Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP
akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host.
Ø
UDP menyediakan
penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
Ø
HEADER UDP Header UDP diwujudkan sebagai sebuah header dengan 4 buah
field memiliki ukuran yang tetap.
KEGUNAAN UDP,,:
Ø Protokol yang “ringan” (lightweight): Untuk
menghemat sumber daya memori dan prosesor.
Ø lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanan
keandalan,
Ø Protokol yang tidak membutuhkan keandalan.
KELEMAHAN UDP,,:
Ø UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan
(buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar.
Ø UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data
yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol
TCP.
Ø UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control,
seperti yang dimiliki oleh TCP.
APLIKASI YANG
MENGGUNAKAN UDP,,:
Ø
DNS (Domain Name System)
Ø
SNMP, (Simple Network Management Protocol)
Ø TFTP
(Trivial File Transfer Protocol)
Ø SunRPC
port
2.
Prinsip Protokol
Netware
Netware adalah sistem operasi (operating system) jaringan
yang dikembangkan oleh Novell, dan protokol jaringan yang digunakan untuk
berkomunikasi dengan client dalam network.
Kelebihan Netware,,:
Ø software jaringan
Ø Manajemen jaringannya lebih mudah
Ø Komunikasi antar PC lebih cepat
Ø Membutuhkan spesifikasi hardware yang besar
(Spesifikasi komputer server)
Kelemahan Netware,,:
Ø Berbasis DOS sehingga tidak berupa grafis
Ø Sangat sulit untuk pengguna komputer pemula
Ø Tidak banyak dukungan dari komunitas
3.
Sejarah TCP/IP
TCP/IP (singkatan dari Transmission
Control Protocol/Internet Protocol) adalah
standar komunikasi data yang digunakan oleh
komunitas internet dalam proses tukar-menukar
data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri,
karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite).
Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini.
Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang
diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
Protokol TCP/IP
dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah
protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk
membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar
jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan
fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini
menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang
mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan
satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini
cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu
berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan,
seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet
Architecture Board (IAB),
dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang
berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan
dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC)
yang dikeluarkan oleh IETF.
4.
Sejarah
Arsitektur TCP/IP
Sejarah TCP/IP dimulai dari
lahirnya ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) adalah
jaringan komputer yang dibangun oleh ARPA (Advanced Research Project Agency)
dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969.
Sementara itu, ARPANET
terus berkembang sehingga protokol yang dipakai pada waktu itu tidak bisa lagi
menampung jumlah node yang juga semakin banyak. Oleh karena itu, DARPA
(Defense Advanced Research Projects Agency) yang merupakan sebuah lembaga
pertahanan Amerika Serikat yang bertanggung jawab dalam pengembangan teknologi
baru untuk militer, mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum
yaitu TCP/IP. Dan dijadikan standar ARPANET pada tahun 1983.
TCP/IP
yang merupakan singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet
Protocol adalah gabungan dari protokol TCP dan IP sebagai sekelompok
protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari
satu komputer ke komputer lainnya di dalam jaringan internet yang akan
memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang menjadi
5.
Perbandingan
Model OSI dengan TCP/IP
TCP/IP atau Transmission Control
Protocol/Internet Protocol adalah model jaringan yang digunakan untuk
komunikasi data dalam proses tukar-menukar informasi di internet. Sedangkan OSI
Model atau Open System Interconnection Model adalah sebuah
model jaringan yang dikembangkan secara resmi oleh International
Standart Organization untuk melakukan sebuah standarisasi proses
pembentukan jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing vendor pembuat
jaringan komputer. Kedua model tersebut bertujuan untuk melakukan standarisasi
pengggunaan jaringan.
Tabel Perbandingan OSI Layer dan TCP/IP Layer :


2 komentar:
terimakasih hadi :D
Izin Copas ya hadi... :D
Posting Komentar